Sabtu, 18 April 2020

Specification of Services and Business Model

Pendahuluan

       Tidak dapat dipungkiri dunia saat ini telah mengalami perkembangan pesat di semua aspek. Semuanya pun jadi saling berkaitan dan saling membutuhkan. Seperti contoh bidang Bisnis dan Teknologi Informasi. Di zaman globalisasi ini, bisnis tidak dapat terlepas dari yang namanya tekonologi, dengan adanya teknologi ini akan sangat membantu segala aktivitas di bidang bisnis. Salah satu contohnya yaitu kualitas layanan dan fokus hubungan dengan pelanggan yang diberikan oleh teknologi kepada bisnis. Dengan adanya hal ini salah satu kebutuhan bisnis pun dapat terpenuhi.
          Berbicara dengan kualitas layanan, terdapat banyak layanan yang diberikan oleh teknologi, salah satunya yaitu layanan manajemen framework. Hal ini dapat membantu konsultan dan perusahaan untuk membangun pemahaman yang sama untuk dasar suatu pendekatan manajemen layanan(services management).

Specification of Services and Business Models


Model Bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaiman sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai – nilai, baik itu ekonomo, sosial, ataupun bentuk yang lainnya. Istilah model bisnis digunakan untuk ruang lingkup luas dalam konteks formal dan informal untuk menunjukkan aspek inti suatu bisnis, termasuk mencakup meksud dan tujuan, apa yang ditawakan, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktik – praktik niaga, dan kebijakan – kebijakan serta proses – proses operasional.
Contoh Model Bisnis:
a.      Model Bisnis Bata dan Semen
Model bisnis dimana suatu perusahaan menggabungkan kehadiran kehadiran offline (bata) dan online (semen). Contoh model bata dan semen adalah ketika memfasilitasi pembelian secara online, namun produk dapan diambil di took offline.
b.     Model Bisnis Kolektif
Organisasi atau asosiasi bisnis pada umumnya dibentuk oleh sejumlah besar bisnis, pedagang atau profesional di bidang yang sama atau berkaitan, yang menyatukan sumberdaya bersama-sama, berbagi informasi atau menyediakan layanan lain bagi anggotanya.
c.      Model Potong Rantai Pasok
Dengan menghilangkan pihak perantara dalam rantai pasok, yang dalam hal ini adalah distributor atau agen. Perusahaan langsung berinteraksi dengan pelanggan, misalnya memalui internet. Model ini sangat identic dengan penjualan secara langsung.


Operasi layanan merupakan tempat nilai yang telah dimodelkan dalam strategi layanan dan dikonfirmasi melalui perancangan layanan dan transisi layanan benar-benar disampaikan. Tanpa operasi layanan menjalankan layanan seperti yang dirancang dan memanfaatkan proses yang dirancang, tidak akan ada kontrol dan manajemen layanan. Tujuan dari operasi layanan adalah melakukan dan mengatur kegiatan serta proses yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada pengguna bisnis pada tingkat layanan yang disepakati. Operasi layanan juga bertanggung jawab atas manajemen teknologi yang digunakan untuk memberikan dan mendukung layanan.

Fungsi operasi layanan:
·       Meja Layanan (The Service Desk): sekelompok staf yang dilatih untuk menanganin acara layanan. Meja layanan harus menjadi titik kontak tunggal untuk oengguna TI dalam suatu organisasi. 
·       Manajemen Teknis (Technical Management): menyediakan sumber daya dan memastikan bahwa pengetahuan tentang teknologi yang relevan selalu diperbarui.
·       Manajemen Aplikasi (Application Management): mengelola aplikasi melalui totalitas siklus hidup. Manajemen aplikasi terlibat dalam desain, pengujian dan peningkatan berkelanjutan aplikasi dan layanan yang didukung oleh aplikasi.
·       Manajemen Operasi TI (IT Operations Management): mengoperasikan infrastruktur dan aplikasi TI organisasi pada basis sehari-hari
Layanan merupakan sarana untuk memberikan nilai bagi pelanggan dengan memfasilitasi hasil yang ingin dicapai tanpa memiliki biaya dan resiko tertentu. Hal yang ingin dicapai pelanggan adalah alas an mengapa mereka membeli atau menggunakan layanan. Biasanya ini akan dinyatakan sebagai tujuan bisnis yang spesifik, Nilai layanan kepada pelanggan bergantung langsung pada seberapa baik sebuah layanan memfasilitasi hasilnya.
Manajemen pelayanan adalah seperangkat kemampuan sekelompok orang atau organisasi khusus untuk memberikn nilai bagi pelanggan dalam bentuk layanan. Kemampuan pelaksana manajemen layan ini mencakup proses, aktivitas, fungsi, dan peran yang digunakan penyedia layanan dalam memberikan layanan kepada pelanggan, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang sesuai, mengelola pengetahuan, dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang diciptakan. 

ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan suatu rangkaian dengan konsep dan Teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, dan operasi teknologi informasi. ITIL bertujuan untuk memberikan penyediaan petunjuk untuk praktek terbaik dalam suatu manajemen layanan teknologi informasi.
Kerangka ITIL:
·       Core ITIL: Publikasi yang menjelaskan praktik terbaik yang berlaku untuk semua jenis organisasi yang memberikan layanan kepada suatu bisnis.
·       ITIL Complementary Guidance: Set publikasi dengan paduan khusus untuk sektor industri, jenis organisasi, model operasi, dan arsitektur teknologi.

ITIL Lifecycle 



a.      Service Strategy
Setiap organisasi seperti perusahaan harus memiliki sebuah strategi pelayanan yang menjadi panduan bagi setiap aktivitas yang terjadi dalam perimeter organisasi. Secara prinsip, strategi ini berisi bagaimana cara dan mekanisme yang diikuti dan perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan organisasi di dalam usahanya untuk memberikan layanan terbaik.
b.     Service Design
Organisasi merancang infrastruktur dan superstruktur teknologi informasi untuk memenuhi dan melayani para pemangku kepentingannya. Melalui desain ini, diharapkan tercipta suatu lingkungan kondusif bagi divisi teknologi informasi dalam memberikan layanan optimal pengguna pada organisasi.
c.      Service Transition
      Menggambarkan bagaimana organisasi bertransformasi atau menjalankan perubahan menuju rancangan lingkungan pelayanan yang diinginkan. Tahapan transisi ini harus dikawal dengan sebaik-baiknya agar efektif dan tidak terjadi keributan.
d.     Service Operation
      Menjelaskan secara detail mengenai inti dari rangkaian proses manajemen, yaitu pengelolaan pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya. Di sinilah para pelanggan internal maupun eksternal akan mendapatkan langsung manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi.
e.   Continual Service Improvement
      Organisasi yang bersangkutan senantiasa belajar dan selalu berkembang dari masa ke masa, namun mengandung makna bahwa organisasi selalu siap menghadapi berbagai perubahan karena dinamika global.






Selasa, 24 Maret 2020

LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi
Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem informasi(SI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan SI terhadap bisnis perusahaan.
Manajemen Layanan Sistem Informasi berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti Six Sigma, ERP, dsb) Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.
Manajemen Layanan Sistem Informasi umumnya menangani masalah operasional manajemen sistem informasi dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan software komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi

  1. Total Quality Management (TQM)TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
  2. Six SigmaSix Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.
  3. Business Process Management (BPM)BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.
  4. Capability Maturity Model Integration (CMMI)CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.

Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi

1.     Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

2.     Control Objectives for Information and Related Technology(COBIT)
merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat olehInformation Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.

3.     Software Maintenance Maturity Model

4.     PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT

5.     Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

6.     Business Information Services Library (BISL) adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)

7.     Microsoft Operations Framework (MOF). Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.


8.     eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP)
adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :
  • Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
  • Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
  • Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.

Contoh kasus dari framework  Business Information Service Library (BISL)

Pengimplementasian Business Information Service Library (BISL) ada pada penyedia jasa untuk solusi penerapan manajemen proses bisnis yaitu pada PT. Saltanera Teknologi. Perusahaan yang bergerak di bidang konsultan, teknologi dan outsourcing ini memberikan jasa dalam penerapan manajemen proses bisnis. Solusi yang di berikan oleh perusahaan ini adalah Saltanera Dynamicflow. Saltanera Dynamicflow adalah suatu solusi BPM yang komprehensif untuk merancang, membangun, menjalankan, mengontrol, dan mengoptimalkan proses bisnis operasional suatu perusahaan. 
    Diharapkan Saltanera Dynamicflow dapat membantu perusahaan di mulai dari tahap perancangan, pembangunan, implementasi, monitoring hingga pada tahap improvement.
Saltanera DynamicFlow akan memberikan kekuatan pada perusahaan melalui faktor speed (kecepatan), control (kontrol) and adaptability (kemampuan beradaptasi) yang ditawarkan:
1.     Cepat dalam perancangan, pembangunan, dan implementasi suatu proses bisnis.
2.     Kontrol penuh terhadap proses yang berjalan.
3.     Kemudahan dan kecepatan dalam memodifikasi suatu proses bisnis yang sedang berjalan untuk meningkatkan performansinya.

Adapun fitur-fitur yang disediakan oleh Saltanera Dynamicflow adalah sebagai berikut:

1.     Simulation tool, kita dapat mensimulasikan rancangan proses bisnis sebelum diimplementasi untuk membantu business analyst dalam memprediksi jalannya proses, kebutuhan SDM, kemungkinan proses bottleneck, inefisiensi alur, dan sebagainya.
2.     Graphical Design Environment, perancangan dan pembangunan proses bisnis dapat dengan mudah dilakukan, yaitu dengan cara visual dan drag-and-drop serta tidak diperlukan skill programming khusus.
3.     Central Processing Engine, seluruh proses bisnis yang diotomatisasi berjalan di atas sebuah platform.
4.     Performance Monitor, dapat memonitor performansi proses bisnis yang sedang berjalan secara real-time.
5.     Workflow Management, pengelolaan alur, tracking, dan approving proses dilakukan secara otomatis.
6.     Closed-Loop Process Lifecycle, memungkinkan proses yang telah diimplementasi dapat diubah dan dimplementasi kembali dengan cepat dan mudah.
7.     Fully web-based application, multi-platform, dan zero client-installation.
8.     Alert System, notifikasi terhadap pengguna dapat dilakukan dengan e-mail, instant messaging, maupun SMS untuk memudahkan kolaborasi dalam pelaksanaan proses bisnis.

Paket produk Saltanera DynamicFlow terdiri dari lima aplikasi yang saling berkaitan :

1.     DynamicFlow Simulator, DynamicFlow Simulator adalah sebuah sistem simulasi dan pemodelan proses bisnis berbentuk grafis yang mempunyai kemampuan untuk merancang suatu proses, mendeskripsikan aturan-aturan bisnisnya, mensimulasikannya secara visual, dan menguji jalannya proses bisnis sebelum diimplementasi.
2.     DynamicFlow Studio, DynamicFlow Studio adalah sebuah visual development environment yang ditujukan untuk staff IT, digunakan untuk menyempurnakan dan melengkapi model proses bisnis hasil dari DynamicFlow Simulator dengan aturan-aturan bisnis dan workflownya untuk selanjutnya diimplementasikan pada DynamicFlow Automator.
3.     DynamicFlow Workspace, DynamicFlow Workspace adalah aplikasi yang menjadi antarmuka bagi end-user dalam implementasi atau pelaksanaan jalannya proses bisnis, yang dilengkapi dengan fasilitas untuk mengetahui tugas-tugas yang dibebankan dan alert system.
4.     DynamicFlow Automator, DynamicFlow Automator adalah sebuah sistem engine untuk mengeksekusi proses, menyediakan workflow engines untuk otomasi proses bisnis, business rules, business metrics, dan integrasi sistem untuk mengimplementasi hasil rancangan proses dari DynamicFlow Studio.
5.     DynamicFlow Analyzer, DynamicFlow Analyzer menyediakan gambaran yang lengkap tentang operasional proses bisnis yang telah diotomasi pada setiap waktu, yang ditujukan untuk business analysts dan manager. DynamicFlow Analyzer adalah sekumpulan management tool, yang di dalamnya terdapat report, scorecard, dan visual query tool untuk membantu business analyst dan manager dalam memonitor dan menganalisa efektifitas dan efisiensi dari proses bisnis perusahannya



referensi : 
https://naufalakmalfauzi.wordpress.com/2017/03/17/manajemen-layanan-sistem-informasi/
http://satria-wibowo22.blogspot.com/2017/04/framework-itsm-dan-contoh-kasusnya.html

Jumat, 17 Januari 2020

Innovasi SI & New Technology Tulis 3

TILE MATE 

Lebih dari 50% manusia pernah kehilangan suatu barang miliknya. Baik itu handphone, kunci motor atau mobil, dompet, kunci rumah dan lain sebagainya. Untuk mengatasi hal tersebut, pada era yang serba canggih seperti saat ini sudah ada alat yang dapat membantu kita saat kehilangan barang tersebut, yaitu Tile Mate. Tile Mate merupakan pelacak Bluetooth atau pelacak GPS yang digunakan untuk mrnemukan suatu barang ketika hilang.
Berikut adalah spesifikasi Tile Mate
FEATURES
PRO
MATE
SLIM
Dimensions
42mm x 42mm x 6,5 mm
35mm x 35mm x 6,2mm
54mm x 54mm x 2,4mm
Battery Type
1 year, replaceable CR2032
1 year, replaceable CR1632
1 year, non replaceable,Enclosed costume Battery
Range
300ft
150ft
100ft
Loudness Claimed
98 decible
88 decible
98 decible
Compatibility
Android, ios
Android, ios
Android, ios
Color
Black, white
White
White

Cara kerja dari Tile Mate sangatlah mudah yaitu pertama, cukup download aplikasi uji coba gratis tile mate pada google play atau app store yang ada di handphone Anda, Setelah terdownload, klik tombol plus(+) dan pilih perangkat yang ingin Anda aktifkan. Selanjutnya, ikuti instruksi yang ada pada layer. Jika telah terlihat di layar handphone anda terlihat status aktif, maka tile mate sudah bias digunakan.
Tile mate membuat pencarian menjadi lebih mudah. Jika benda/perangkat Anda tidak dalam jangkauan, anda hanya tinggal mengklik tombol ‘Find’ yang ada pada aplikasi, dan perangkat tersebut akan berbunyi. Jika tidak berbunyi, maka anda dapat melihat lokasi perangkat tersebut pada peta yang ada di aplikasi.
Aplikasi Tile Mate juga memiliki fitur untuk menambah teman dari berbagai negara. Fitur ini dapat membantu disaat anda kehilangan barang namun letak posisi barang tersebut jauh dari jangkauan anda. Teman yang jangkauannya dekat dengan barang anda, dapat memberi tahu keberadaan barang tersebut.

Nouval Athary (15118353)
2KA01

Innovasi SI & New Technology Tulis 2

5G


Teknologi 5G dikabarkan akan muncul di indonesia dalam waktu dekat ini 5G sendiri adalah pembaruan system jaringan dari generasi sebelumnya yakni 4G. 5G diyakini menyajikan kecepatan transfer dan upload yang lebih cepat dari generasi sebelumnya yakni sebesar 10Gbps/Second sehingga dapat menghubungkan dunia lebih cepat dan mudah. Jaringan 5G diharapkan dapat membantu dalam penerapan teknologi internet of things (loT). Saat ini sudah ada negara yang menggunakan tekhnologi 5G seperti di Amerika,Korea selatan dan ChinaTetapi dalam implementasinya sendiri 5G masih memiliki pro dan kontra, mari kita membahas lebih dalam tentang pro dan kontra dari 5G ini sendiri

A. Pro 5G

 5G di klaim memiliki kecepatan 20 kali lebih cepat dibandingkan 4G ini berarti kecepatan transfer unggah maupun upload akan sangat cepat dengan adanya keceapatan dalam transfer data ini kita dapat terhubung ke seluruh penjuru dunia dengan sangat cepat 5G juga menyediakan kapasitas jaringan yang lebih besar dan jauh lebih luas,kita juga akan menemukan jaringan koneksi internet yang stabil,dengan adanya beberapa keuntungan dari 5G ini merupakan kabar gembira buat kalian yang sering browsing di internet ataupun kalian yang suka live streaming karna 5G mengklaim bahwa kalian tidak akan mengalami yang namanya buffring, sangat mengesankan bukan tetapi dibalik sejumlah keuntungan yang kita dapatkan dari teknolgi 5G ternyata dia masih memiliki kekurangan atau kontra, apa saja kontranya mari kita bahas.

B. Kontra 5G

Selain memiliki beberapa kelebihan ternyata 5G mesih mememiliki beberapa keurangan yaitu
Sinyal radiasi dari 5G apabila terpapar secara berlebihan dapat menyebabkan kanker bahkan ada studi yang mengatakan bahwa beberapa burung yang mati itu dampak akibat terpapar radiasi dari 5G selain itu saya akan memberitahuan beberapa dampak dari jaringan 5G yaitu Penuaan dini, Gangguan metabolisme dalam sel, gangguan dalam system otak tentunya apabila dampak yang ditimbulkan akibat adanya 5G benar seperti itu maka pasti akan menimbulkan banyak sekali polemic di masyarakat. Selain kontra atau kekurangan dalam bidang kesehatan ternyata terdapat kontra lain yaitu apabila kita ingin menggunakan telknologi 5G maka kita harus mengganti Smartphone atau ponsel kita tentu itu sangat merugikan kita apabila kita harus mengganti hp karna biayanya sendiri juga pasti tidak murah demikian beberapa kontra dari adanya 5G ini, untuk kekurangan dalam bidang kesehatan masuh diuji kebenarannya dan masih dipertimbangkan layak atau tidak layak 5G berada di Indonesia.



C. Bagaimana cara kerjanya?

Ada sejumlah teknologi baru yang mungkin diterapkan, tetapi standarnya belum ditetapkan untuk semua protokol 5G. Pita frekuensi yang lebih tinggi, 3.5GHz (gigahertz) hingga 26GHz dan lebih tinggi dari itu, memiliki banyak kapasitas tetapi panjang gelombangnya yang lebih pendek bisa berarti jangkauannya lebih rendah. Hal itu memungkinkan jaringan saat ini lebih mudah diblokir oleh objek fisik.

Oleh karena itu penciptaan teknologi baru kemungkinan akan diterapkan, misalnya dengan membuat beberapa tiang telepon yang lebih kecil, yang diletakkan lebih dekat ke tanah untuk mentransmisikan apa yang disebut sebagai "gelombang millimeter" antara jumlah pemancar dan penerima yang jauh lebih tinggi. Ini akan memungkinkan kepadatan penggunaan yang lebih tinggi. Sayangnya teknologi itu mahal dan perusahaan telekomunikasi belum sepenuhnya berkomitmen mengembangkannya
Nouval Athary (15118353)
2KA01